.: Manusia untuk beribadah :.

   Aku tidak akan menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (adz-zariyat:56).                     Melalui firman-Nya dapatlah difahami bahwa tujuan awal penciptaan manusia itu sendiri ialah sebagai hamba yang diciptakan untuk beribadah, tunduk, sujud kepada Allah. Lalu Allah dengan segala keagungan dan kemurahan rahmat-Nya akan membalas segala bentuk khidmat penghambaan dan pengibadatan hamba-hamba-Nya dengan balasan surga yang indah mempesona, dan mengadzab bagi yang ingkar dengan neraka yang teramat pedih.                    Beribadah adalah wujud syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang di beri. Nikmat sehat, nikmat mata,hidung,telinga, akal dan masih banyak lagi, jikapun kita ingin menuliskan semua nikmat Allah untuk manusia dengan air laut sekalipun, maka air laut akan kering sebelum kita selesai menuliskannya secara lengkap,apalagi harddisk komputer kita ya untuk menuliskan nikmat Allah untuk diri kita sendiri hari ini saja saya gak yakin space nya tersisa, sungguh maha besar Allah dengan segala nikmat-Nya untuk manusia. Sebagaimana diriwayatkan dari Muaz bin Jabal ra, bahwa Rosulullah SAW bersabda : “ Hak Allah atas hamba-Nya ialah kewajiban bagi setiap hamba untuk menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya ,dan hak hamba atas Allah ialah untuk tidak mengazab hamba-Nya (yang taat).” (HR.Bukhori). Hakikat ibadah adalah berserah diri sepenuhnya pada Allah, dalam segala hal tentunya, belajar, bekerja, beramal sholeh semua kita lakukan untuk meraih ridho Allah semata. bersaksi dengan tegas dan yakin bahwa tidak ada satupun yang pantas di sembah di jagat raya ini kecuali Allah yang Esa, tidak ada keraguan bagi-Nya firman Allah :Sungguh, aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah aku dan laksanakan sholat untuk mengingatku” (at-thoha:14).“Sesungguhnya Allah itu tuhanku dan tuhanmu karena itu sembahlah Dia, dan inilah jalan yang lurus” (ali-imran:51).  Dan ingatkah janji kita ketika sholat “sesungguhnya sholatku, jiwa ragaku, matiku,hidupku hanya untuk Allah pencipta semesta”. Janji kita saat membaca surat al-fatihah “ hanya kepada Engkaulah (Allah) kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah (Allah) kami meminta pertolongan”. Inilah janji kita pada Allah bahwa ketaatan, keikhlasan penyerahan diri sepenuhnya mutlak untuk Allah semata, Bukankah tujuan kita hidup di dunia ini satu, demi meraih keridhoan dan cinta Allah semata, jika Allah sudah ridho sama kita mah subhanallah sudah pasti bahagia dunia akhirat (amien.. subhanallah deh pokoknya). Bagaimana cara meraih ridho-Nya ? Hanya ada satu cara, firman Allah berikut ini :Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri,dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri…(al-isra:15).

 Sesuai petunjuk Allah, artinya dengan melaksanakan syariat islam yang telah di tetapkan Allah di dalam Al-Qur’an dan sunnah yang di contohkan rosulullah. Menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini “ashadu an lailaha illallah wa ashadu anna Muhammad rosulullah” . Kalimat ini harus mantap di hati kita, mantap semantap-mantapnya. Kalimat pendek namun mantap yang selalu kita sebut berulang-ulang  dalam sholat kita, namun sesungguhnya begitu dalam makna tauhid yang sebenarnya terkandung di dalamnya,  

          

~ oleh FDM Nurul Huda di/pada 11 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan